Tinggalkan komentar

Iwan Fals – Asmara Tak Secengeng Yang Kukira

Bekas tapak-tapak sepatu
Yang kupakai selalu ikuti
Kemana kuberjalan
Debu dan keringat yang ada diatas tubuh ini

Saksi bisu bahwasannya
Tak mudah dan tak segampang
Yang selama ini
Aku sangka
Tentang asmara …

Cermin disegala tempat
Sahabat terdekat
Tak pernah terlambat
Menampung setiap ungkapan
Mendekap semua keluhan

Meraih suka
Menangkap tawa
Merebut duka …

Satu cerita dua manusia
Terlibat dalam amuk asmara
Satu cerita yang memang ada
Tak mungkin mati jelas abadi
Selama manusia hidup dalam alam ini

Maafkan kalauku salah duga
Ternyata asmara itu
Tak mudah tak gampang
Dan tak secengeng yang kukira
Yang kusangka

Cermin disegala tempat
Sahabat terdekat
Tak pernah terlambat
Menampung setiap ungkapan
Mendekap semua keluhan

Meraih suka
Menangkap tawa
Merebut duka …

Satu cerita dua manusia
Terlibat dalam amuk asmara
Satu cerita yang memang ada
Tak mungkin mati jelas abadi
Selama manusia hidup dalam alam ini

Maafkan kalauku salah duga
Ternyata asmara itu
Tak mudah tak gampang
Dan tak secengeng yang kukira
Yang kusangka

Maafkan kalauku salah duga
Ternyata asmara itu
Tak mudah tak gampang
Dan tak secengeng yang kukira
Yang kusangka

Maafkan kalauku salah duga
Ternyata asmara itu
Tak mudah tak gampang
Dan tak secengeng yang kukira
Yang kusangka

Mohon tinggalkan komentar demi kebaikan bersama.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s